share

Batak vs Jawa

Gambar Mempunyai Hak Cipta

 

Menikah dengan suku yang berbeda mempunyai tantangan tersendiri. Berbeda adat istiadat dan pola makan. Di bagian pola makan ini yang lumayan membutuhkan penyesuaian buat saya. Saya yang biasa suka makanan pedas, harus pelan – pelan menyesuaikan lidah suami pecinta makanan jawa yang cenderung manis menurut saya.
Tidak hanya di kehidupan menikah aja kita benar – benar menyesuaikan. Bahkan ketika akan menikah tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa perbedaan yang saya sendiri sempat ragu. Begitu menetapkan hati untuk menikah, perbedaan pendapat antar saudara pun mulai berdatangan. Mulai dari harus pakai adat jawa, harus pesta sekian hari, belum lagi dengan pihak saya yang batak nggak kalah ngotot harus juga pesta dengan adat batak yang sudah pasti nggak kalah ribet menurut saya diprosesinya.

Sambil diskusi berdua, akhirnya kita menetapkan tidak pakai adat keduanya. Cukup dengan akad nikah dan pengajian . Awalnya sangat ditentang oleh keluarga besar, tapi kembali lagi ke kitanya. Kita hanya ingin pernikahan kita berkah. Alasan lain yang membuat saya nggak mau pesta adalah, rasanya terlalu boros untuk semua pesta itu. Toh nikah itu bukan seberapa mewah kita adakan, tapi nikah itu kehidupan setelah akad. Kan nggak lucu kita nikah buat resepsi mewah , eh hidupnya ujung – ujungnya penuh drama.

Alhamdulillah kita sudah menjalani pernikahan hampir 2 tahun dan semua baik – baik saja. Sebenarnya ada beberapa hal yang sering kita lakukan bersama agar tetap nyaman dengan perbedaan kita, yaitu :
1.    Selalu Terbuka untuk Setiap Hal
Inilah sebenarnya yang agak susah dilakukan awal menikah, karena masing – masing kita punya karakter yang berbeda, tapi ternyata dengan keterbukaan kita malah nyaman dan percaya satu sama lain.
2.    Membicarakan Apa yang Menjadi Masalah Kita
Pembicaraan ini sebenarnya mirip sama poin diatas, tapi pada poin ini lebih ke masalah sepele. Misal saya lelah habis beberes rumah, maka saya akan menyampaikannya ke suami. Demikian juga suami, jika ada banyak deadline biasa suami akan minta pengertian untuk bekerja lebih.
3.    Tidak Tinggal di Lingkungan Keluarga, Baik Keluarga Saya atau Keluarga Suami.
Sebenarnya poin ini kembali lagi dengan kenyamanan kita. Tapi bagi saya dan suami sendiri tinggal jauh dari keluarga merupakan pilihan. Selain meningkatkan kemandirian kita, biasanya hubungan kita dengan keluarga pun lebih harmonis karena jarang ketemu jadi jarang terjadi gesekan kecil yang membuat salah paham.

Jadi kalau saya ditanya, gimana pengalaman menikah beda suku? Seru dan menantang! Perbedaan antara kita itu memang banyak tapi kalau saling menerima semua tetap saja manis. Selain itu saya jadi makin paham gimana budaya jawa, lumayankan buat nambah pengetahuan saya.
#Komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#Day3
 

share
Cari Lagi