share

Jhony English

Gambar Mempunyai Hak Cipta


Disela-sela padatnya deadline kita menyempatkan refresh sejenak dengan menonton, film yang kita pilih adalah Jhony English. Ketika melihat poste pertama kali yang terbayang udah jelas ini film komedi karena pemerannya adalah Mr.Bean yang sudah familiar dengan lawakan kekonyolannya.


Diawal pemutaran film, English mengajar disalah satu sekolah swasta, apakah dia mengajar dengan cara normal? Tentu tidak! Malah dengan cara agen. Ya dia membuat siswanya seolah-olah training menjadi agen. Diakhir salah satu kelas, dia menemukan amplop dibawah satu buku siswanya, yang merupkan surat perintah untuk kembali bertugas.


Pada tahap awal pemilihan agen, English merupakan agen paling konyol. Karena kecerobohannya memasukkan tutup pena yang bisa meledak, tanpa sengaja dia meledakkan semua calon kandidat di ruangan tersebut dan otomatis dia menjadi agen rahasia inggris.
Pada tugas kali ini, penyelidikan yang dilakukan untuk mencari informasi pelaku yang sering melakukan serangan cyber ke pemerintahan Inggris. Saat pemilihan alat tempur pendukung, English selalu mengambil alat kuno dimata orang lain. Dengan alasan agar tidak bisa di lacak padahal alasan utamanya adalah karena dia gaptek.


Ditemani rekannya Dough, mereka memulai perjalanan mencari informasi. Tentu semua tingkah konyolnya bukan membuat tegang malah membuat penonton ngakak dengan semua aksinya. Menonton English ini membuat saya berpikir, film apapun yang dia perankan, tidak akan jauh dengan gaya Mr.Bean.


Dalam bisnis ini disebut sebagai personal branding atau kekhasan. Ingin seperti apakah kita ingin dilihat bahkan dinilai oleh orang lain? Sama seperti English, ketika memiliki personal branding yang kuat, otomatis kita mempunyai nilai jual tersendiri dan fans panatik sendiri karena branding kita tadi.


Bagaimana caranya agar personal branding kita diingat oleh orang lain? Bisa dengan cara menonjolkan ciri khas kita. Sehingga orang akan lebih mudah mengingat kita. Branding adalah apa yang orang pikirkan tentang kita, bukan dengan pengakuan yang kita buat tapi pengakuan orabg lain terhadap kita.


Bagaimana dengan branding kita? Bisnis kita? Sudahkah diingat dengan mudah oleh pelanggan kita?


#onedayonepost
,#ODOP_6

share
Cari Lagi