share

Dari Satu Kereta ke Kereta Lain

Gambar Mempunyai Hak Cipta


Perjalanan pulang dari Bandung menuju Pekanbaru kali ini saya lakukan dengan transit ke Jakarta terlebih dahulu. Perjalanan kali ini saya tempuh dengan kereta yang memakan waktu sekitar 3 jam 45 menit. Meski bukan pertama kali naik kereta, ada yang baru dalam sistem perkeretaapian sekarang di banding dengan terakhir saya naik kereta sekitar 3 bulan yang lalu, yaitu metode cek keaesuaian tiket dan penumpang sudah menggunakan aplikasi.


Menuju stasiun kereta saya memilih untuk memesan transportasi online dari hotel tempat saya menginap. Dengan rasa lelah yang meminimal karena memesan tiket eksekutif, lelah kaki saya lumayan terobati karena bisa selonjoran selama perjalanan.


Sesampai di Jakarta, perut saya sudah tidak bisa diajak kompromi. Setelah melancarkan pandangan di sekitar stasiun gambir, saya melihat suatu pojok makanan yang di namai  pojok UKM. Tempat ini persis foodcourt hanya saja di dominasi oleh pelaku UKM. 


Koper sudah di hotel, waktunya melanjutkan perjalanan ke wilayah Tangsel untuk bertemu dengan teman sesama pebisnis. Perjalanan menuju Tangsel yang membuat saya lumayan terkejut, ternyata komuternya begitu padat.


Di dalam komuter banyak pemandangan yang menurut saya sebagai pendatang sangat asing. Saling berebut dan terkesan tidak peduli yang lain begitu terlihat. Tempat duduk yang di khususkan ke penumpang prioritas malah diisi oleh bapak-bapak kekar dan sehat bugar.


Ketika salah satu penumpang wanita nanya turun dimana eh si bapak diam aja. Saya yang melihat hanya tersenyum sinis melihat prilaku si bapak. Sebenarnya pihak kereta sendiri menurut saya sudah sangat peduli pada penumpang kereta dengan mengingatkan posisi gerbang dan siapa yang berhak duduk di kursi prioritas. Tetapi sebaik apapun himbauan dan aturan, kalau penumpang bersifat apatis ya tetap saja semua berdasarkan keinginan penumpang. Bahkan saat di stasiun kedua berhenti, ada seorang ibu lansia yang naik malah berdiri di komuter tersebut. Saya saja yang tidak masuk kategori lansia merasa agak puyeng dengan berdiri di komuter.


Dari perjalanan ini saya melihat, sebagus apapun aturannya kalau pelaksana aturan hanya menganggap itu sebatas tulisan bisa dipastikan aturan tersebut tetap akan diabaikan.

#onedayonepost
#ODOP_6

share
Cari Lagi